Jumat, 11 Januari 2013

44. Kehilangan



44. Kehilangan

mentari seakan tak lagi bersinar untukku..
semilir angin tak lagi datang menggoda ku..
aku terduduk di sudut rasa sepiku..
termenung..
membayangkan raut indah wajahmu..

ku coba lukis wajah mu di atas kanvas..
tapi ku tak mampu..
tanganku seakan terlalu lelah..
lelah menahan rindu membelai geraian indah rambutmu..

terlalu jauh aku terbang di langit kerinduan..
terlalu tinggi harapku..
membuatku belum siap jika harus kehilanggan diri mu..
sayang...

43. Tak Mampu



43.  Tak Mampu


tak ada lagi yang bisa mengobati luka ini..
luka yang terlalu dalam kau tancapkan dalam hati ku..
luka yang kau goreskan..
merusak.. membunuhku secara perlahan..

dirimu..
yang terlalu sakit untuk ku kenang..
yang terlalu sayang untuk ku lepas..

dirimu..
yang terkadang membuatku buta akan dunia..
yang mencampakkan ku dalam kelamnya jurang kesedihan..

syair puisi tak lagi menghiburku..
lukisan awan tak lagi membuatku terkesima..

aku ingin berlalu..
tapi ku tak mampu..

42. Matahariku



42. Matahariku

Tertutup sudah pintu, pintu hatikuYang pernah dibuka waktu hanya untukmuKini kau pergi dari hidupkuKu harus relakanmu walau aku tak mau

Berjuta warna pelangi di dalam hatiSejenak luluh bergeming menjauh pergiTak ada lagi cahaya suciSemua nada beranjak, aku terdiam sepi
Reff:Dengarlah matahariku, suara tangisankuKu bersedih kar’na panah cinta menusuk jantungkuUcapkan matahariku, puisi tentang hidupkuTentang ku yang tak mampu menaklukkan waktu
Oh…
Berjuta warna pelangi di dalam hatiSejenak luluh bergeming menjauh pergiTak ada lagi cahaya suciSemua nada beranjak, aku terdiam sepi
Oh…
Dengarlah matahariku, suara tangisankuKu bersedih kar’na panah cinta menusuk jantungku

41. Kerinduan



41. Kerinduan


gulungan ombak perlahan menghempas pantai..
sinar senja singgah menenangkan hati yang gundah..
perlahan bulir air mata berjatuhan..
oh betapa ku rindu..

nyanyian alam tak lagi ku dengarkan..
kicauan burung terasa menyedihkan..
nun jauh di sana terbayang wajahmu...
betapa ku rindu..

ketika malam menjelma..
ku terpaku sendiri..
merangkai puzzle akan wajahmu..
tertatih ku rangkai senyum di wajahmu..
oh betapa ku rindu pada mu..

40.Berdebu



40.  Berdebu


diri ini bagaikan bangkai kumbang..
yang di buang dan di injak-injak..
seakan tak berharga sedikit pun..
yang terbiar dan terlupakan..

diri ini bagaikan bungan layu di pinggir jalan..
yang lusuh dan berdebu..
terlalu berharap agar di bawa pulang..
terlalu berharap mendapatkan vas bunga yang indah,,
yang entah kapan datangnya..

aku muak..!!
aku benci...!!
benci..!!
benci untuk mengingat betapa bodohnya aku..
yang terlalu berharap sebuah keajaiban..
yang entah kapan datangnya..

aku ingin pergi..
tapi ku tak mampu..
entah karena ku terlalu mencintaimu..???

aku yang berharap..
aku yang semakin berdebu..

39. Jangan Takut



39. Jangan Takut

Selalu engkau bertanya, apa kau di hatiku
Mudah aku menjawab, kau takkan mengerti
Selalu engkau bertanya, besarnya rasa cintaku
Sudah aku buktikan dengan cara yang kau mau

Takkan berubah lagi, percayalah padaku kini

Jangan takut akan cintaku, semua ini hanya untukmu
Akan ku jaga rasa yang ada, meski harus korbankan jiwa
Jangan takut akan cintaku, takkan berubah sedikitpun
Akan ku jaga rasa yang ada, meski harus korbankan jiwa

Andai engkau bertanya, apa kita bisa oh
Bertahan selamanya, itu yang aku mau

Takkan berubah lagi, percayalah padaku kini

Jangan takut akan cintaku, semua ini hanya untukmu
Akan ku jaga rasa yang ada, meski harus korbankan jiwa
Jangan takut akan cintaku, takkan berubah sedikitpun
Akan ku jaga rasa yang ada, meski harus korbankan jiwa

Jangan takut (cintaku untukmu)
Jangan takut (cintaku untukmu) ooh

Jangan takut akan cintaku, semua ini hanya untukmu
Akan ku jaga rasa yang ada, meski harus korbankan jiwa
Jangan takut akan cintaku, takkan berubah sedikitpun
Akan ku jaga rasa yang ada, meski harus korbankan jiwa
Ooh meski harus korbankan jiwa ooh