06.
PERENCANAAN KEUANGAN
Apa itu perencanaan keuangan?
Kita semua membuat banyak sekali keputusan setiap
harinya. Mulai dari bangun tidur; kita harus membuat keputusan apakah akan
langsung bangun dan mandi, atau bermalas-malasan sejenak. Memilih pakaian yang
akan dikenakan, memilih akan sarapan apa, membaca koran di rumah atau di kantor
saja, dan seterusnya.
Sebagian besar keputusan ini mungkin sederhana dan
hanya memiliki beberapa konsekuensi yang sepele. Namun disadari atau tidak,
sebagian keputusan yang harus kita ambil ternyata cukup kompleks dan punya efek
yang panjang terhadap keuangan kita. Misalnya, ketika harus memilih akan
menabung dimana, investasi berapa, asuransi apa yang dipilih, beli rumah
dimana, beli mobil apa, dll.
Sayangnya, ketika membuat keputusan hanya sedikit
orang yang memperhatikan bagaimana caranya untuk membuat keputusan yang lebih
baik. Dan hanya sebagian yang sadar bahwa apa yang dilakukan hari ini akan
sangat berpengaruh terhadap kondisi mereka di masa depan.
Dari kacamata keuangan, membuat rencana akan masa
depan, termasuk di dalamnya strategi dalam mengelola uang. Mulai dari
mendapatkan, menggunakan, menginvestasikan, mensedekahkan, sampai mewariskan;
disebut dengan Perencanaan Keuangan.
Dengan perencanaan keuangan, keluarga diajak untuk
merencanakan masa depan keuangannya sedini mungkin. Mulai dari perencaaan keuangan
untuk dana pendidikan anak, dana pensiun, antisipasi resiko keuangan, dana naik
haji, perencanaan waris, maupun tujuan keuangan lainnya seperti pembelian
mobil, rumah, dan sebagainya.
Proses perencanaan keuangan secara islami, dimulai
dari meluruskan niat, bahwa niatnya adalah untuk merencanakan masa depan tanpa
melupakan unsur takdir. Usaha yang dibarengi kepasrahan ini disebut juga dengan
tawakal. Dan tentu saja tujuan yang ingin dicapai bukan hanya mengejar
kepentingan materi semata, tapi juga kesuksesan di akhirat (al-falaah).
Tujuan keuangan pun disesuaikan prioritasnya dengan
ajaran Islam, yaitu mendahulukan yang wajib di atas yang sunnah. Dan
memperhatikan aspek hukum islam lainnya, seperti riba, zakat dan waris.
5 Langkah untuk mengelola Perencanaan Keuangan
1.
Periksa kondisi kesehatan keuangan Anda
Bukan
hanya kesehatan tubuh Anda yang penting, tetapi kesehatan kondisi keuangan Anda
pun tak bisa diabaikan. Sebenarnya, hal yang disebut belakangan ini harus
menjadi prioritas pertama Anda sebelum menjaga kesehatan tubuh, karena menjaga
kesehatan tubuh juga membutuhkan dana.
Langkah pertama ini cukup mudah. Catat dengan baik semua pengeluaran Anda dalam satu bulan. Anda pasti akan takjub ketika melakukan hal ini, karena Anda akan melihat kemana saja uang Anda melayang selama ini.
Selain itu, hitung seluruh kekayaan dan juga hutang-hutang yang Anda miliki. Lunasi semua hutang Anda - jika perlu dengan menjual kekayaan Anda - sebelum Anda berencana untuk memiliki sesuatu yang baru. Jika Anda sudah tidak memiliki hutang lagi, maka baru dapat dikatakan kondisi keuangan Anda sudah sehat wal afiat. Jangan takut jika Anda tidak memiliki simpanan setelah Anda membayar semua hutang, karena walaupun Anda tidak memiliki simpanan lagi, Anda akan melakukan sesuatu yang jauh lebih baik bagi Anda sendiri.
2. Bermimpilah!
Langkah pertama ini cukup mudah. Catat dengan baik semua pengeluaran Anda dalam satu bulan. Anda pasti akan takjub ketika melakukan hal ini, karena Anda akan melihat kemana saja uang Anda melayang selama ini.
Selain itu, hitung seluruh kekayaan dan juga hutang-hutang yang Anda miliki. Lunasi semua hutang Anda - jika perlu dengan menjual kekayaan Anda - sebelum Anda berencana untuk memiliki sesuatu yang baru. Jika Anda sudah tidak memiliki hutang lagi, maka baru dapat dikatakan kondisi keuangan Anda sudah sehat wal afiat. Jangan takut jika Anda tidak memiliki simpanan setelah Anda membayar semua hutang, karena walaupun Anda tidak memiliki simpanan lagi, Anda akan melakukan sesuatu yang jauh lebih baik bagi Anda sendiri.
2. Bermimpilah!
Langkah
kedua adalah merencanakan kebutuhan Anda. Langkah ini dilakukan dengan
bermimpi. Ya, Anda tidak salah, bermimpi! Bertanyalah di dalam hati Anda, apa
saja yang Anda inginkan dalam hidup ini. Rumah di Pondok Indah? Mobil Jaguar?
Apartemen di kawasan bintang lima? Mengalahkan para socialite untuk memiliki
jumlah sepatu, baju, dan tas bermerek? atau bahkan bulan madu ke Paris?
Nah, jika sudah, bangunlah dari mimpi Anda untuk melihat realita apakah seluruh mimpi Anda sudah sesuai dengan kondisi kekayaan dan pendapatan Anda? Jika belum, kembalilah bermimpi. Namun, kali dengan mimpi yang lebih realistis. Jangan lupa prioritaskan hal mana yang ingin Anda dapatkan terlebih dulu.
Satu hal yang harus diingat, selain hal-hal yang menyenangkan tadi, masukkan di dalam prioritas Anda kebutuhan dana darurat. Dana darurat? Apalagi itu? Dana darurat adalah dana untuk keperluan yang munculnya tidak Anda duga, seperti biaya rawat inap di rumah sakit. Tentunya hal ini tidak diharapkan terjadi, tetapi tidak ada salahnya Anda berjaga-jaga seperti pribahasa "sedia payung sebelum hujan".
Nah, jika sudah, bangunlah dari mimpi Anda untuk melihat realita apakah seluruh mimpi Anda sudah sesuai dengan kondisi kekayaan dan pendapatan Anda? Jika belum, kembalilah bermimpi. Namun, kali dengan mimpi yang lebih realistis. Jangan lupa prioritaskan hal mana yang ingin Anda dapatkan terlebih dulu.
Satu hal yang harus diingat, selain hal-hal yang menyenangkan tadi, masukkan di dalam prioritas Anda kebutuhan dana darurat. Dana darurat? Apalagi itu? Dana darurat adalah dana untuk keperluan yang munculnya tidak Anda duga, seperti biaya rawat inap di rumah sakit. Tentunya hal ini tidak diharapkan terjadi, tetapi tidak ada salahnya Anda berjaga-jaga seperti pribahasa "sedia payung sebelum hujan".
3.
Kelompokkan kebutuhan keuangan Anda
Langkah
ini masih mudah. Cukup kelompokan kebutuhan-kebutuhan Anda berdasarkan jangka
waktunya. Jangka waktu sendiri dibagi 3, yaitu jangka pendek untuk kebutuhan
antara 1-3 tahun, jangka menengah untuk kebutuhan antara 3-5 tahun, dan jangka
panjang untuk kebutuhan lebih dari 5 tahun.
1. Kenali jenis investasi yang cocok dengan
kebutuhan Anda
Langkah
ini cukup sulit untuk dilakukan, karena bagi sebagian dari Anda, hal ini
merupakan hal yang baru. Anda dapat mempelajarinya dengan bantuan saudara atau
teman Anda yang telah merencanakan keuangan dengan baik, menyewa konsultan
perencana keuangan, atau Anda dapat mempelajarinya sendiri di situs ini, pada
bagian Jenis Investasi. Setelah Anda mengerti manfaat dari
masing-masing jenis investasi, pilihlah yang paling sesuai dengan kebutuhan
keuangan Anda.
5. Disiplin itu pelita hati!
5. Disiplin itu pelita hati!
Semua
langkah-langkah yang Anda terapkan akan sia-sia jika Anda tidak melakukannya
dengan disiplin dan memiliki komitmen tinggi. Kedua hal penting itu akan
membuat segalanya berjalan dengan lancar. Anda ingin berbulan madu di Paris dan
menikmati jaguar Anda, bukan? Bersabarlah! Makin Anda mendisiplinkan diri dan
mempertahankan komitmen, maka mimpi Anda itu makin cepat menjadi kenyataan.
Mulailah Merencanakan Keuangan Anda Sedini Mungkin
Semakin
cepat Anda melakukan perencanaan keuangan Anda dan mulai berinvestasi, maka
semakin kecil dana yang dibutuhkan. Hal ini tentunya akan menguntungkan Anda
karena semakin banyak kebutuhan yang dapat Anda rencanakan. Anda mempunyai
seorang anak, dan Anda berencana untuk menyekolahkannya ke luar negeri untuk
mengambil S1, dimana pada saat itu usia anak Anda adalah 18 tahun. Anda
memperkirakan biaya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan kuliahnya adalah
sebesar 1 miliar rupiah. Jika Anda mendepositokan uang Anda untuk mendapatkan
dana sebesar 1 miliar itu, dengan asumsi bunga deposito sebesar 6% per tahun (tidak
termasuk pajak)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar